Bagaimana Meningkatkan Minat Baca Siswa di Era Globalisasi Ini?
Pada
Saturday, 6 April 2019
Perkembangan minat baca dan kemampuan membaca siswa saat ini sangatlah memprihatinkan. Hal
ini disebabkan metode yang diberikan kepada siswa kurang bahkan
tidakmenyenangkan bagi siswa. Sebagian metode berorentasi pada hasil
bukan pada proses. Rendahnya minat baca siswa ini menjadikan kebiasaan
membaca yang rendah dan ini juga menjadikan kemampuan membaca menjadi
rendah
Dilansir dari kompasiana.com, persepsi sebagian masyarakat Indonesia masih berkutat
untuk memuhi hajat hidup yang paling utama dan pentingyaitu memenuhi
pangan dan sandang. Belum lagi kebutuhan lainya berupa kebutuhan untuk
berteduh atau tempat tinggal dan biaya pendidikan lainnya bagi
masyarakat yang kurang mampu. Tetapi bagi masyarakat yang mampu membeli
barang-barang semakin konsumtif yang bukan kebutuhan pokok sepertinya
dianggap paling penting ketimbang membeli buku. Hal inilah yang
menyebabkan minat dan kemampuan membaca semakin rendah. Sebenarnya
penyebab rendahnya minat baca bagi siswa diantaranya:
- Masih rendahnya kemahiran membaca siswa di sekolah.
- Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak harus membaca buku, mencari informasi/ pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan.
- Banyaknya jenis hiburan (game) dan tayangan di TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dari buku.
- Banyaknya tempat hiburan yang menghabiskan waktu seperti taman rekreasi, tempat karaoke, mall, supermarket, play station, dan lainnya.
- Budaya membaaca yang belum pernah diwariskan nenek moyang kita.
- Kesibukan orang tua sehingga tidak ada waktu luang untuk anak.
- Sarana untuk memperoleh buku bacaan masih kurang.
- Harga buku masih relatif mahal dan tidak sebanding dengan daya beli masyarakat.
- Belum ada lembaga atau institusi yang secara khusus menangani minat baca siswa.
- Minimnya koleksi buku di perpustakaan serta kondisi perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya minat baca siswa.
Dengan
melihat fenomena tersebut peran guru dan orang tua sangatlah penting
dalam berperan aktif untuk meningkatkan minat baca bagi siswa. Adapun
peran atau upaya guru dalam meningkatkan minat baca siswa sebagai
berikut :
1.Guru sebagai motivator yang selalu mendorong dan memotivasi anak untuk mewujudkan minat baca yang tinggi.
2.Guru
sebagai Dinamisator yang mengatur dan mengelola semua kegiatan membaca
anak dengan mendinamiskan seluruh sumber bacaan yang ada.
3.Guru
sebagai supervisor yang selalu mengawasi proses membaca anak baik dalam
jarak dekat maupun jarak jauh agar anak merasa selalu ada yang
mengawasi.
4.Guru
bekerja sama dengan pengelola perpustakaan untuk membuat jadwal
kunjungan ke perpustakaan, misalnya setiap hari senin kelas VII
diwajibkan berkunjung ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas yang
diberikan guru.
5.Mengadakan lomba sinopsis, dengan membuat sinopsis sebenarnya siswa diajarkan untuk menuangkan gagasan ke dalam sebuah tulisan.
6.Mewajibkan
semua siswa membudayakan membaca dan membuat slogan-slogan di kelas
seperti “Tiada Hari Tanpa Membaca”, “ Gunakan waktu luang untuk
membaca”, dan “ Buku adalah jendela ilmu pengetahuan”.
Selain
peran serta guru dalam meningkatkan minat baca, orang tua pun berperan
aktif membantu meningkatkan minat baca siswa diantaranya:
1.Terus mengikuti perkembangan membaca anak.
2.Lebih perhatian pada anak, apakah mereka dapat membaca dengan lancar atau tidak.
3.Memberi pertolongan secepatnya jika ada masalah dalam membaca.
4.Memakai cara yang bervariasi untuk membantu anak.
5.Memperlihatkan antusias yang tinggi saat anak membaca buku bacaannya.
Dengan
adanya kerja sama antara guru, orang tua, dan aparat yang terkait serta
membuat kegiatan yang rekreatif dan edukatifdiharapkan dapat membangun
minat baca di kalangan siswa sekolah.
Penulis : Aliah S.pd

Komentar (0)
Post a Comment