Asma Nadia - Cinta Dalam 99 Nama-Mu
Judul : Cinta Dalam 99 Nama-Mu
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Republika
Tanggal Terbit : April - 2018
Hal : 308 Hal
Buku yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Menariknya, di setiap episode kehidupan yang dilalui baik suka maupun duka karakter utama dalam buku ini, mereka selalu mengingat 99 nama Allah, atau biasa disebut 99 Asmaul Husna. Sepertinya mulai saat ini, saya pun harus membiasakan diri untuk mengingat dan membaca ke 99 nama-Mu. Terima kasih mba Asma, novel ini inspiring. Moral of the story dari novel ini, apapun kehidupan yang kita jalani, selama kita mengingat dan mendekat kepada Allah, maka pertolongan Allah selalu datang pada hambanya yang memohon dan berdoa.
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Republika
Tanggal Terbit : April - 2018
Hal : 308 Hal
Arum dan Alif terperangkap pada alur yang sama sekali jauh dari keinginan,
tapi pada akhirnya mereka cintai sepenuh jiwa.
Arum yang sepanjang hidupnya bertarung dengan kematian, dan Alif yang terjebak dalam kesunyian,
lambat laun jatuh cinta
dengan nama-nama indah Sang Pencipta. Meski hidup bagai sebuah kisah panjang dengan beberapa alur tak terduga, mereka percaya bahwa ujung perjalanan ada pada 99 nama-Nya.
Cinta dalam 99 Nama-Mu merupakan karya ke-55 Asma Nadia, salah satu perempuan penulis Indonesia yang dikenal sangat produktif. Kepiawaiannya melukis cerita membawa tulisan-tulisannya seringkali diadaptasi ke layar lebar. Hingga kini sudah sepuluh novelnya diangkat menjadi film dan empat dikembangkan menjadi serial televisi.
ALIF. Anak tunggal. Cuma kepada Ibu, dua telinganya selalu terpasang. Sapa-saya singkat, nasihat, bahkan ceramah panjang perempuan berwajah lembut, tak pernah mengukir kebosanan atau lelah pada diri Alif. Sebaliknya, ia akan menunjukkan wajah antusias dan binar di sepasang mata elang yang dinaungi deretan alis tebal. Nama lengkapnya Alif Vignet Rahmani yang kira-kira bermakna kamu adalah anak pertama yang diciptakan secara Indah dan artistik oleh Allah Yang Maha Pengasih.
ARUM. Baik, kadang lembut, kadang cuek. Tapi sangat peduli terhadap persoalan orang lain, dan ya…. belum menganggap kekasih sebagai prioritas.
Ia memiliki anak-anak Asuh. Tiga kali ia selamat dari sel kanker yang menggerogoti tubuhnya, sebelum akhirnya ia harus menerima vonis serangan kanker keempat. Baginya, gawai memang penting, tapi bukan yang utama. Pun tak membuatnya bangga bila memiliki yang termahal atau paling mutakhir. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidupnya yang juga begitu simpel. Arum tak ingin menjadi sosok yang terpenjara dalam teknologi canggih.
Alif dan Arum pertama kali bertemu di sebuah Mal, saat insiden Alif tak sengaja menabrak Arum ketika berjalan cepat dari arah berlawanan. Pertemuan ketiga saat Arum ke penjara. Pertemuan berikutnya setelah Alif keluar dari tahanan dan terbebas dari tuduhan yang menjeratnya, ia mengunjungi rumah dimana Arum meninggalkan kemewahan yang dia miliki, untuk bisa tinggal bersama dengan anak-anak asuhnya. Bagaimana hubungan Alif dan Arum? Silahkan baca buku nya
Selain mereka, karakter-karakter seperti Bapak, Ibu, Mama, Mang Sarpin, Pak Dahlan, Tantri, Farah, Zubir, Ria, Bik Nah dan anak-anak asuh, menjadi pelengkap yang membuat novel ini mulai dari lembar pertama, ingin berlanjut membacanya sampai akhir.
tapi pada akhirnya mereka cintai sepenuh jiwa.
Arum yang sepanjang hidupnya bertarung dengan kematian, dan Alif yang terjebak dalam kesunyian,
lambat laun jatuh cinta
dengan nama-nama indah Sang Pencipta. Meski hidup bagai sebuah kisah panjang dengan beberapa alur tak terduga, mereka percaya bahwa ujung perjalanan ada pada 99 nama-Nya.
Cinta dalam 99 Nama-Mu merupakan karya ke-55 Asma Nadia, salah satu perempuan penulis Indonesia yang dikenal sangat produktif. Kepiawaiannya melukis cerita membawa tulisan-tulisannya seringkali diadaptasi ke layar lebar. Hingga kini sudah sepuluh novelnya diangkat menjadi film dan empat dikembangkan menjadi serial televisi.
ALIF. Anak tunggal. Cuma kepada Ibu, dua telinganya selalu terpasang. Sapa-saya singkat, nasihat, bahkan ceramah panjang perempuan berwajah lembut, tak pernah mengukir kebosanan atau lelah pada diri Alif. Sebaliknya, ia akan menunjukkan wajah antusias dan binar di sepasang mata elang yang dinaungi deretan alis tebal. Nama lengkapnya Alif Vignet Rahmani yang kira-kira bermakna kamu adalah anak pertama yang diciptakan secara Indah dan artistik oleh Allah Yang Maha Pengasih.
ARUM. Baik, kadang lembut, kadang cuek. Tapi sangat peduli terhadap persoalan orang lain, dan ya…. belum menganggap kekasih sebagai prioritas.
Ia memiliki anak-anak Asuh. Tiga kali ia selamat dari sel kanker yang menggerogoti tubuhnya, sebelum akhirnya ia harus menerima vonis serangan kanker keempat. Baginya, gawai memang penting, tapi bukan yang utama. Pun tak membuatnya bangga bila memiliki yang termahal atau paling mutakhir. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidupnya yang juga begitu simpel. Arum tak ingin menjadi sosok yang terpenjara dalam teknologi canggih.
Alif dan Arum pertama kali bertemu di sebuah Mal, saat insiden Alif tak sengaja menabrak Arum ketika berjalan cepat dari arah berlawanan. Pertemuan ketiga saat Arum ke penjara. Pertemuan berikutnya setelah Alif keluar dari tahanan dan terbebas dari tuduhan yang menjeratnya, ia mengunjungi rumah dimana Arum meninggalkan kemewahan yang dia miliki, untuk bisa tinggal bersama dengan anak-anak asuhnya. Bagaimana hubungan Alif dan Arum? Silahkan baca buku nya
Selain mereka, karakter-karakter seperti Bapak, Ibu, Mama, Mang Sarpin, Pak Dahlan, Tantri, Farah, Zubir, Ria, Bik Nah dan anak-anak asuh, menjadi pelengkap yang membuat novel ini mulai dari lembar pertama, ingin berlanjut membacanya sampai akhir.
Buku yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Menariknya, di setiap episode kehidupan yang dilalui baik suka maupun duka karakter utama dalam buku ini, mereka selalu mengingat 99 nama Allah, atau biasa disebut 99 Asmaul Husna. Sepertinya mulai saat ini, saya pun harus membiasakan diri untuk mengingat dan membaca ke 99 nama-Mu. Terima kasih mba Asma, novel ini inspiring. Moral of the story dari novel ini, apapun kehidupan yang kita jalani, selama kita mengingat dan mendekat kepada Allah, maka pertolongan Allah selalu datang pada hambanya yang memohon dan berdoa.

Komentar (0)
Post a Comment